Mengenal Arsitektur Minimalis

Arsitektur minimalis lahir pada abad ke-18, tetapi gaya minimalis ini baru berkembang di Indonesia pada saat memasuki tahun 2000 yang keberadaannya tidak lagi mengikuti pakem aslinya tapi telah mengalami penyesuaian dengan kondisi lokal sehingga bertransformasi menjadi gaya minimalis yang merupakan perpaduan unsur minimalis dengan unsur lain sehingga menghasilkan gaya-gaya baru, seperti minimalis tropis, minimalis etnik, minimalis kontemporer, minimalis modern dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, pada awal 1990 banyak muncul pengembang bangunan perumahan di Indonesia yang banyak menawarkan alternative rumah tinggal. Mereka menawarkan mulai dari perumahan tipe besar, perumahan tipe sedang dan perumahan tipe kecil. Variasi perumahan dengan tipe-tipe tersebut bertujuan agar hunian bisa terjangkau oleh berbagai kalangan.

Bagi masyarakat dengan golongan ekonomi menengah, mereka memilih untuk memiliki rumah tinggal yang dibangun pada luas lahan 100 m2 hingga 200 m persegi, karena lahan tersebut mereka pikir tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Perancangan bangunan yang direncakanan secara maksimal dapat memenuhi kebutuhan penghuni karena bisa dirancang untuk dua lantai atau lebih. Pada masyarakat modern saat ini, rumah tinggal yang berdiri pada lahan 100 m2 sampai 200 m2 banyak di bangun dengan gaya minimalis. Gaya minimalis semakin meningkat karena tampilannya yang simple, sederhana, dan tidak banyak menggunakan bentuk atau ornamen.

Arsitektur minimalis dalam bangunan biasanya didesain dari kesederhanaan bentuk, sedikit komposisi massa, dan estetika dipadukan dengan perbandingan besar kecil massa bangunan yang harmonis, dan penggunaan kombinasi tekstur yang monoton dalam kesederhanaan bentuk-bentuk geometris. Penggunaan bahan material bangunan pun didesain sedemikan rupa sehingga menggunakan bahan yang sederhana, seperti produk industri jadi seperti, metal, aluminum, beton jadi, homogenus tile, keramik dan mengekspos bahan-bahan natural seperti kayu, batu tanpa finishing yang berlebihan.

Arsitektur minimalis dalam interior desain biasanya menata ruang dengan penempatan furniture yang sederhana sehingga tidak memenuhi ruang yang berlebihan. Ruang antar ruang satu dan lainnya didesain tanpa pembatas ruang yang solid (dinding), sehingga ruang terkesan luas dan menyatu. Sedangkan untuk jendela dan pintu juga didesain dengan ukuran agak besar dan dalam bentuk yang simpel dan sederhana sehingga makin memberi kesan luas pada ruangan.

Salam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *